Minggu, 28 Oktober 2012

Sempu, Koleksi Keindahan di Selatan Jawa


Sempu, sebuah pulau kecil di bagian selatan Pulau Jawa. Tidak butuh waktu lama, hanya sekitar 20 menit waktu untuk menyebrang dari Pantai Sendang Biru menuju pulau yang tidak berpenghuni ini. Dari Surabaya, tepatnya jurusan Teknik Lingkungan ITS, kami berenambelas anak berangkat dengan delapan motor. Kami, termasuk penulis, Hamdan, Intan, Manuel, Ovi, Nanda, Yana, Yoga, Veny, Avis, Susi, Dinda, Omen, Amar, Obet, Uli, dan Desty adalah mahasiswa angkatan 2009.
Berangkat jam 4 sore, kami terjebak kemacetan sepanjang dari kampus hingga perempatan tretes. Salah satu penyebabnya adalah ramainya lalu lintas yang hilir mudik pada jumat sore, termasuk aktivitas para komuter yang bekerja di Surabaya kemudian menemui  keluarganya di pinggiran kota atau di luar kota.
Akibatnya, kami terjebak selama hampir 7 jam di perjalanan. Beristirahat di beberapa SPBU untuk memulihkan tenaga kami, hingga akhirnya jam 11 malam kami baru sampai di Pantai Sendang Biru. Perjalanan menuju Sendang Biru cukup menantang, yaitu dengan jurang pada sisi kiri dan kanan serta minimnya penerangan membuat pengendara harus waspada dan tidak mengantuk. Sesampainya di pantai Sendang Biru, kami langsung beristirahat dengan menggelar spanduk raksasa milik HMTL FTSP ITS. Semula kami memang merencanakan menggunakan tenda untuk bermalam, tetapi karena kami kehabisan tenda di tempat penyewaan, kami pun terpaksa tidur beratapkan langit di pinggir pantai.
Beberapa dianatara kami ada yang berbaring, dan ada juga yang duduk-duduk sambil memainkan gitar dan bernyanyi. Ketika mulai beranjak pagi, kami mulai bertumbangan. Beberapa diantara kani terbangun ketika shubuh dan menunaikan rukun Islam kedua di mushala sekitar. Ketika kami melasanakan salat, hujan turun dengan deras tetapi hanya beberapa saat saja. Setelah hujan reda kami menuju lokasi peristirahatan rekan-rekan lainnya.
Mereka yang semula tidur di pinggir pantai mulai menyingkir dan pindah beristirahat di salah satu pondok yang kemudian diketahui adalah tempat pangakalan ojek -__-
Pukul 7 kami pun bersiap untuk menyebrang ke Pulau Sempu dengan menggunakan perahu sewaan. Perahu yang berisikan 10-15 orang ini disewa dengan harga 100rb pulang pergi. Karena jumlah anggota kami banyak dan besar-besar, kami pun menyewa dua perahu. Perahu yang akan dinaiki pun tidak bisa dinaiki di pinggir pantai, melainkan harus berjalan kaki hingga kaki terendam selutut. Hal ini dilakukan agar perahu tidak terkena karang yang ada di pinggiran pantai.
Di pulau yang terkenal ini, kami menuju Segara Anakan, sebuah danau di Pulau Sempu. Sebenarnya ada tempat lain yang nggak kalah menarik di pulau ini. Tempat itu antara lain Pasir Panjang, Pantai Kembar 1, dan Pantai Kembar 2. Akan tetapi, karena keterbatasan logistik dan persiapan, kami hanya sempat mengunjungi Segara Anakan.
Here we are



Tidak ada komentar:

Posting Komentar